بسم الله الرحمن الرحيم
"The greatest weakness of most humans Is their hesitancy to tell (show) others, How much they love them While they're alive."
"It’s death whether by killing or by cancer; it’s the same thing,” he said the day after he was chosen Hamas leader in Gaza. “Nothing will change if it’s an Apache (helicopter) or cardiac arrest. But I prefer to be killed by Apache" - Asy Syahid Dr Abdul Aziz Rantissi, My Inspirational DR...
Wednesday, September 22, 2010
Muhasabah Ramadhan...
Monday, September 6, 2010
Back to HomeTown! Feel it??
Wednesday, September 1, 2010
Selamat MERDEKA kan diri....

Friday, August 27, 2010
Lost~
Monday, July 12, 2010
Kesusahan yang disengajakan ?

Permasalahan Pemuda...
Permasalahan Para Pemuda
Sebagian pemuda mengeluh kerana kedua orang tuanya, atau salah satu dari mereka, menghalanginya untuk shalat jamaah di masjid, menghadiri seminar dan ceramah, atau beraktivitas bersama para pemuda lain yang memiliki komitmen dengan agama. Sehingga timbullah perdebatan, perselisihan, hingga pemboikotan. Hal ini terjadi sebenarnya kerana ketidakpahaman orang tua tentang hakikat dakwah yang sebenarnya, atau khawatir kalau anaknya terjerumus pada kekeliruan fatal yang dapat menyeret mereka pada berbagai persoalan dan urusan yang dapat mengantarkan mereka ke penjara dan tahanan, sebagaimana pernah mereka dengar dan baca dalam mass media.
Namun para pemuda itu, seringkali bila diminta orang tuanya untuk membantu keperluan rumah, seperti membeli makanan, mengantar saudara perempuannya ke dokter atau ke tempat belajar, mereka enggan memenuhi. Pada saat yang sama, mereka begitu asyik pergi dengan kawan-kawannya, disiplin mengikuti pertemuan, rihlah, ziarah, dan melakukan berbagai ke-giatan yang tidak ada gunanya dalam pandangan kedua orang tua yang tentu diingkarinya. Demikianlah, kedua orang tuanya memang belum memahami hakikat dakwah, tujuan-tujuanya, juga manhaj dalam tarbiyah.
Dalam kaitan ini, mereka berdua tentu dapat dimaklumi: "Barangsiapa tidak mengerti sesuatu maka ia memusuhinya". Sedangkan perasaan takut dan khawatir yang ada dalam diri mereka, merupakan fitrah yang tidak boleh diingkari. Lalu bagaimana solusinya?
Bila seorang anak taat pada kedua orang tuanya, perilaku dan sepak terjangnya mencerminkan akhlak yang tinggi, selalu unggul dalam studi, berinteraksi secara baik dengan saudara-saudaranya, dan tidak terlambat pulang malam yang dapat menggusarkan pikiran ke-luarganya, sudah pasti sang ibu akan menjadi mediator untuk membangun jalinan mesra antara dirinya dan ayahnya. Serta merta sang ayah pun akan mengizinkannya untuk mewujudkan apa pun yang diinginkan, yang sebelumnya tidak diperbolehkan. Inilah jalan untuk mencapai tujuan dan meraih simpati.
Abbas As‐Siisiy
Bagaimana Menyentuh Hati.
- Sa'id bin 'Amir al-Jumahiy -
Wednesday, June 23, 2010
You are Terrorist!
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda:" Apakah kamu tahu apa itu ghibah?" Para sahabat menjawab: Allah dan RasulNya lebih mengetahui."Rasulullah bersabda: " Ghibah ialah engkau sebut sesuatu yang tidak di sukai oleh temanmu tentangnya."Rasulullah s.a.w. di tanya: "Bagaimana jika ku ucapkan itu memang betul ada pada temanku itu?"Rasulullah s.a.w. menjawab: "Jika apa yang engkau ucapkan itu memang benar ada pada dirinya bererti kamu telah mengumpatnya."Jika apa yang kamu katakan itu tidak benar apa ada padanya bererti kamu mengada-adakan (memfitnah)."(riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmizi, dan An Nasal) Tirmizi menyebut hadith ini Hasan sahih.
KUALA LUMPUR: It has been 10 days since Muhamad Zulkifli Mohamad Zakaria's arrest by Egyptian authorities but his wife is still in the dark over the reason for his detention. Zulkifli's wife, who only wanted to be known as Hidayah, 33, is demanding to know the reason for his arrest and his condition."I refuse to believe talk that he was arrested on suspicion of terrorist involvement as there was no ulterior motive for us to be in Egypt .
"We went there because Zulkifli was sitting his syariah examination at Zamalek University for his Master's degree," Hidayah told the New Straits Times in a phone interview from her home in Manjung. She said they were at Cairo International Airport with their two sons, aged 2 and 4, on June 13 after spending a month in Egypt.
"At the Immigration checkpoint, the children and I had no problems but they stopped my husband and took him to a holding room.
"I waited for him for quite some time until an officer came and told me that my husband would not be making the flight due to an Immigration matter.
"The officer asked me to board my flight, promising that my husband would board the next flight." Hidayah was hesitant at first but consented when Zulkifli sent her a text message to tell her to go on without him."That was the last contact I had with him," said the housewife. Zulkifli, 41, works as principal of a religious school in Manjung.
Read more: Wife: Why was he arrested? http://www.nst.com.my/nst/articles/11mes/Article#ixzz0rf2fEoEQ
Hidayah said two days after the arrest, Zulkifli contacted his friend in Egypt, saying he was not being fed.
"I am very concerned about his condition there and conveyed this to Foreign Affairs Minister Datuk Seri Anifah Aman at a meeting with him on Monday." Hidayah said Anifah had promised to look into her husband's case and seek his immediate release. She confirmed that Zulkilfi had been detained under the Internal Security Act in 2001 because of alleged links to Kumpulan Militan Malaysia but was released unconditionally several years later.
A spokesman for the Malaysian embassy in Egypt said Zulkifli had been detained by a special anti-terrorism police unit. "The authorities allowed us only one visit to see Zulkifli and did not tell us of the reason for his arrest." Counsellor at the Egyptian embassy in Malaysia Tamer Galal Abdel Hamid Sidky El Mawaziny said the mission had yet to receive a report on Zulkifli's arrest from Cairo.
Tiada Full Stop ( . )
Salam'alayk...
"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu."
(Al-Qashash, 28 : 5 - 6 )
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."(Al-Ankabut, 29 : 69)
Sunday, June 20, 2010
Penting diri sendiri? Tarbiyyah Dzatiyyah...
walaupun exam baru selesai, namun banyak benda lain masih xselesai. adeyh.
bile ade org ckp "aku mmg free slalu lepas exams" atau "adoi, bosannye xtau nak wat ape", pehhh~, aku cm gembira smcm je dgr... meh cni, bleh ak tlg bg bz skit, byk keje nak suh buat... cuma, yg pasti, kerja kita xpernah habis... mungkin kite hanya habis beberapa bhgn kerja @ amanah yg membukit, tapi kita sentiasa ada amanah dan tggjwb untuk diri sndri iaitu dalam mentarbiyyah dan mempertingkatkan diri kita sebagai seorang daie dan hambaNYA... namenye ialah 'tarbiyyah dzatiyyah'..
Tidak dapat disangkal bahwa Tarbiyah Dzatiyah menjadi kepribadian aktivis Islam. Bahkan Rasulullah saw. menilai hal ini sebagai prasyarat untuk para 'duta-duta' Islam dalam mengembangkan dakwah. Kerananya hal ini menjadi point sama ada mereka betul2 fit dan sesuai dalam menjalani tugasnya. Sehingga seseorang yang diutus ke suatu tempat, Nabi saw. mempertimbangkan kemampuannya dalam perkembangan integriti dirinya.
Hal ini sebagaimana yang dipertanyakan Rasulullah saw. kepada Muadz bin Jabal saat akan diutus ke Yaman. “Wahai Muadz, bila kamu berada di tempat yang baru nanti, jika menemukan suatu persoalan apa yang akan kamu putuskan?” Muadz menjawab, “Aku akan putuskan berdasarkan Kitab Allah.” Rasulullah saw. pun melanjutkan, “Bila tidak kamu temukan pada Kitab Allah, dengan apa kau putuskan?” Jawab Muadz, “Aku akan tetapkan berdasarkan Sunnah Rasulullah.” Nabi saw. kemudian menanyakan kembali, “Bila tidak juga kamu dapati di dalamnya, apa yang akan kamu lakukan?” Muadz menjawab, “Aku akan putuskan dengan akal pikiranku (ijtihadku).” Ternyata jawaban Muadz sangat memuaskan hati Rasulullah saw. Malah beliau memandang bahwa kualitas Muadz sudah memadai untuk mengemban tugas mulia tersebut.
let's see, what we can do lepas exams ni, especially yang akan cuti summer yg panjang.. huhu... aspek yang plg penting dalam tarbiyyah diri kita pastilah ar-Ruhiyyah, iaitu spiritual kita...
1) Banyakkan Bacaan buku2 ilmiah
- dah lame sgt kita bace buku2 medics & akademik ni... smp banyak buku2 fikrah yang kita terlepas dan x tersentuh.. jadi, inilah masenye untuk membanyakkan kembali bacaan buku2 yang dpt meningkatkan kefahaman kita kepada Islam dan kerja2 dalam dakwah...
2) Banyakkan menghafaz surah2 dan ayat2 quran
- mungkin, kita juga dah banyak lupe ape yg pernah kita hafaz dlu kan.. jadi, inilah masenye nak cover blk, sbb satu kesalahan bg kite kalo kita tidak berusaha untuk mengingati kembali ayat2 tersebut...
3) Perbaiki bacaan quran dan ikuti majlis ilmu
- insyaAllah, bile balik msia, pasti banyak sangat majlis ilmu yang ade di surau-surau dan di masjid-masjid. Kuatkan diri untuk hadir ke masjid untuk berjemaah. Di sini dh laa mmg ssh nak dgr tok sheikh2 berucap kecualilah dari Sheikh You Tube. Jadi, gunakan kesempatan ini. Bulan Ramadhan pulak, pasti ade tadarus QURAN waktu malam lepas tarawih tu kan. jangan lepas sebat moreh trus lari, tgu dan bertadarus bersama pakcik2, tok imam di sane.. Lantak laa kita je budak muda, xyah segan. Lg bagus, kalo bleh ajak2 kwn kita skali.. Sbb kita tahu, janji Allah pada pemuda2 yang hatinya bertaut dengan masjid... =)
4) Perbanyakkan ziarah...
- dah laa balik setahun sekali, pastu dok terperap je kat umah mcm anak dara. kalo ade yg tak terperap plak, asyik hilang je dari rumah, lepak2 ngan member. Ni laa masenye nak menziarahi saudara mara kita dengan family yg dh lame xjumpe.. Eratkan silaturrahim antara keluarga. InsyaAllah, mudah nak DF nnt.. Lepak ngan member pun bagus jika kita mahu menarik mereka ke arah yg lebih baik, tp jgn smp you mixed and blended with them...
Orait, insyaAllah cukuplah nota kaki aku buat diri sendiri buat hari ni, juga bagi yang sudi membaca dan mengambil manfaatnya. Jazakumullah. Nota yang menjadi peringatan buat diri sendiri yang akan pulang ke bumi msia bertuah dalam masa seminggu lagi. Doakan aku slamat tiba di msia untuk trus menjadi Hud-Hud...
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Anfal: 27)
salam one islam...
generala zajaczka